No products in the cart.
Mesin gerinda sering dianggap alat serbaguna. Tapi kenyataannya, hasil kerja mesin gerinda sangat ditentukan oleh jenis mata gerinda yang digunakan.
Salah pilih mata gerinda bukan cuma bikin hasil potongan atau finishing kurang rapi, tapi juga berisiko dari sisi keselamatan.
Karena itu, memahami jenis mata gerinda dan fungsinya bukan cuma penting buat tukang atau teknisi, tapi juga buat siapa pun yang sering bekerja dengan logam, kayu, atau material keras lainnya.
Di artikel ini, kami bahas jenis-jenis mata gerinda dengan bahasa praktis, contoh nyata, dan konteks penggunaan sehari-hari.
Apa Itu Mata Gerinda dan Kenapa Jenisnya Beragam
Mata gerinda adalah aksesori utama yang dipasang pada mesin gerinda untuk melakukan pekerjaan tertentu, seperti memotong, mengasah, menghaluskan, atau memoles permukaan material.
Tanpa mata gerinda yang tepat, mesin gerinda tidak bisa bekerja optimal. Banyak orang mengira satu mata gerinda bisa dipakai untuk semua pekerjaan.
Menurut pengalaman kami di lapangan, anggapan ini justru sering jadi penyebab hasil kerja buruk dan mata gerinda cepat rusak.
Setiap pekerjaan punya karakteristik material dan tekanan yang berbeda.
Perbedaan jenis mata gerinda umumnya ditentukan oleh beberapa faktor utama: bahan abrasif, bentuk mata, ketebalan, dan peruntukan material.
Mata gerinda untuk memotong besi jelas berbeda dengan mata gerinda untuk finishing kayu atau poles stainless.
Pemilihan jenis mata gerinda yang tepat berpengaruh langsung pada kualitas hasil kerja, efisiensi waktu, dan faktor keselamatan.
Mata yang salah bisa mudah pecah, cepat habis, atau bahkan membahayakan operator.
Jenis Mata Gerinda Berdasarkan Fungsinya
Jika dilihat dari fungsinya, berikut adalah jenis mata gerinda yang paling umum digunakan di bengkel maupun industri.
1. Batu Gerinda Asah

Fungsi: Mengasah dan menajamkan alat potong.
Batu gerinda asah digunakan untuk menajamkan pisau, pahat, mata bor, atau perkakas tajam lainnya.
Jenis ini biasanya tebal dan keras, sehingga mampu mempertahankan bentuk saat digunakan berulang kali.
Dalam praktik bengkel, batu gerinda asah sering dipakai untuk perawatan alat, bukan produksi massal.
Menurut kami, mata ini paling efektif untuk pekerjaan presisi ringan, asalkan sudut asah dijaga konsisten.
2. Batu Gerinda Potong

Fungsi: Memotong material keras seperti besi dan baja.
Batu gerinda potong dirancang tipis agar menghasilkan potongan cepat dan rapi.
Umumnya digunakan untuk memotong besi hollow, pipa, plat, hingga rangka logam.
Kesalahan paling umum yang sering kami temui adalah menggunakan batu potong untuk menggerinda atau ditekan menyamping.
Ini berisiko tinggi karena batu potong tidak didesain untuk tekanan lateral.
3. Batu Gerinda Susun
Fungsi: Menggerinda sekaligus menghaluskan permukaan.
Batu gerinda susun (flap disc) terdiri dari lapisan amplas yang disusun melingkar.
Mata ini cocok untuk meratakan bekas las, menghilangkan karat, dan finishing awal.
Di lapangan, batu gerinda susun sering dipilih karena lebih “aman” dan hasilnya lebih halus dibanding batu gerinda kasar biasa. Cocok untuk pengguna yang ingin kontrol lebih baik.
4. Sikat Gerinda
Fungsi: Membersihkan permukaan tanpa mengikis berlebihan.
Sikat gerinda biasanya digunakan untuk membersihkan karat, cat lama, atau kotoran di permukaan logam. Ada yang berbahan kawat baja maupun kuningan.
Menurut pengalaman kami, sikat gerinda sangat berguna di tahap persiapan sebelum pengelasan atau pengecatan, karena membersihkan tanpa merusak struktur material.
5. Batu Gerinda Fleksibel
Fungsi: Menghaluskan permukaan tidak rata atau melengkung.
Batu gerinda fleksibel dirancang lebih lentur sehingga bisa mengikuti kontur permukaan. Cocok untuk finishing bagian sudut, lengkungan, atau area sulit dijangkau.
Jenis ini sering dipakai pada pekerjaan custom atau detail, di mana hasil rapi lebih penting daripada kecepatan.
6. Mata Gerinda Amplas

Fungsi: Finishing dan perataan permukaan.
Mata gerinda amplas digunakan untuk menghaluskan logam, kayu, maupun material lain. Tersedia dalam berbagai tingkat kekasaran, dari kasar hingga halus.
Dalam praktik, kami menyarankan memulai dari amplas kasar lalu bertahap ke yang lebih halus agar hasilnya merata dan tidak meninggalkan bekas goresan dalam.
7. Mata Gerinda Asah Spons Grinding
Fungsi: Finishing ringan dan penghalusan bertahap.
Jenis ini memiliki tekstur seperti spons dan lebih lembut dibanding batu gerinda biasa. Cocok untuk finishing tahap akhir, terutama pada logam tipis atau permukaan sensitif.
Kelebihannya adalah kontrol yang lebih baik dan minim resiko mengikis material berlebihan.
8. Mata Gerinda Tembok
Fungsi: Meratakan dan menghaluskan permukaan dinding.
Mata gerinda tembok digunakan untuk beton, semen, atau plesteran. Biasanya dipakai saat renovasi untuk meratakan dinding sebelum finishing.
Kami sering melihat mata ini digunakan pada proyek bangunan agar permukaan lebih rata sebelum dicat atau dipasangi keramik.
9. Mata Gerinda Wool Polishing
Fungsi: Memoles dan mengkilapkan permukaan.
Mata gerinda wool polishing digunakan untuk finishing akhir, terutama pada stainless steel, aluminium, atau permukaan yang ingin tampak mengkilap.
Biasanya digunakan bersama cairan poles. Menurut kami, ini pilihan ideal untuk pekerjaan yang mengutamakan estetika, bukan pengikisan material.
10. Mata Gerinda Asah Non-Woven
Fungsi: Cleaning dan finishing ringan.
Mata non-woven terbuat dari serat sintetis yang tidak terlalu agresif. Cocok untuk membersihkan permukaan tanpa merusak struktur asli material.
Jenis ini sering kami rekomendasikan untuk finishing ringan atau pekerjaan yang butuh hasil halus tapi tetap aman.
11. Mata Gerinda Pisau Potong Keramik
Fungsi: Memotong keramik dan porselen.
Mata gerinda ini dirancang khusus agar potongan keramik lebih rapi dan minim retak. Biasanya digunakan dalam pekerjaan bangunan dan renovasi.
Salah memilih mata gerinda saat memotong keramik sering menyebabkan keramik pecah. Karena itu, jenis ini tidak bisa digantikan oleh batu potong besi biasa.
12. Mata Gerinda Pisau Potong Kayu
Fungsi: Memotong material kayu.
Mata gerinda pisau potong kayu memiliki desain khusus agar serat kayu tidak sobek berlebihan. Cocok untuk pekerjaan kayu cepat dan kasar.
Namun menurut kami, penggunaan mata gerinda untuk kayu perlu ekstra hati-hati karena karakter kayu berbeda dengan logam dan lebih berisiko jika tekniknya salah.
Setiap jenis mata gerinda di atas punya karakter dan fungsi yang berbeda. Dari pengalaman kami, kesalahan paling sering terjadi karena memilih mata gerinda hanya berdasarkan harga, bukan kegunaan.
Untuk memudahkan pemilihan, Anda bisa melihat berbagai jenis mata gerinda beserta peruntukannya langsung di katalog mata gerinda kami.
Di sana tersedia pilihan untuk besi, kayu, hingga kebutuhan finishing.
Tips Memilih Jenis Mata Gerinda yang Tepat
Langkah pertama adalah menyesuaikan mata gerinda dengan material dan jenis pekerjaan. Jangan memaksa satu mata untuk semua fungsi.
Perhatikan juga ukuran dan spesifikasi mesin, terutama batas RPM. Mata gerinda yang tidak sesuai bisa cepat rusak atau berbahaya saat digunakan.
Kami sangat menyarankan untuk tidak menukar fungsi mata gerinda, misalnya memakai mata potong untuk menggerinda. Praktik ini sering terjadi, tapi resikonya besar.
Terakhir, selalu utamakan keselamatan kerja. Gunakan APD seperti kacamata pelindung dan sarung tangan, karena mata gerinda adalah komponen yang bekerja pada kecepatan tinggi.
Memilih Mata Gerinda Itu Soal Ketepatan, Bukan Sekadar Harga
Memahami jenis mata gerinda dan fungsinya akan membantu Anda bekerja lebih efisien, aman, dan menghasilkan hasil yang lebih rapi.
Dari pengalaman kami, investasi pada mata gerinda yang tepat jauh lebih menguntungkan daripada sering mengganti karena salah pakai.
Jika Anda sudah tahu jenis mata gerinda yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, langkah selanjutnya adalah memastikan kualitas produk dan kecocokannya dengan mesin yang digunakan.
Dengan begitu, mesin gerinda bisa bekerja maksimal dan umur pakainya lebih panjang.


