Bagian-Bagian Full Body Harness & Fungsinya Lengkap

Bekerja di ketinggian bukan hanya soal alat yang tersedia, tapi juga soal pemahaman terhadap alat tersebut.

Faktanya, masih banyak pekerja yang menggunakan harness setiap hari tanpa benar-benar memahami bagian-bagian dari full body harness dan fungsinya.

Padahal, kesalahan kecil dalam penggunaan bisa berdampak besar pada keselamatan.

Menurut kami, full body harness sering dianggap sebagai satu alat utuh, padahal sebenarnya terdiri dari beberapa bagian yang saling terhubung dan bekerja sebagai satu sistem keselamatan.

Melalui artikel ini, kami akan membahasnya secara runtut dan mudah dipahami, agar kamu bisa menggunakan full body harness dengan lebih aman dan tepat.

Apa Itu Full Body Harness & Kenapa Penting?

Full body harness adalah alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk pekerjaan di ketinggian.

Fungsi utamanya adalah menahan tubuh saat terjadi jatuh sekaligus mendistribusikan gaya jatuh ke beberapa bagian tubuh, sehingga risiko cedera bisa diminimalkan.

Disebut full body karena harness ini menopang tubuh secara menyeluruh mulai dari bahu, dada, pinggang, hingga paha.

Berbeda dengan safety belt lama yang hanya menahan bagian pinggang, full body harness dirancang agar posisi tubuh tetap stabil dan aman saat terjadi insiden.

Jika dilihat dari jenisnya, body harness sendiri terbagi menjadi beberapa tipe, seperti safety belt, chest harness, dan full body harness.

Namun untuk pekerjaan dengan risiko jatuh dari ketinggian, full body harness merupakan pilihan yang paling aman dan paling direkomendasikan saat ini.

Untuk memahami perbedaannya lebih jelas, kamu bisa membaca artikel Jenis-Jenis Body Harness dan Fungsinya.

Bagian-Bagian Utama dari Full Body Harness

komponen full body harness

Sebelum masuk ke detail tiap komponen, penting untuk dipahami bahwa full body harness bukan satu tali tunggal.

Harness terdiri dari beberapa bagian utama yang saling mendukung. Jika salah satu bagian bermasalah, fungsi keselamatan secara keseluruhan bisa ikut terganggu.

Berikut ini adalah bagian-bagian utama dari full body harness yang perlu kamu kenali.

1. Webbing (Tali Harness)

Webbing atau yang sering disebut tali harness merupakan struktur utama dari full body harness. Bagian inilah yang melingkari tubuh dan menahan beban saat terjadi jatuh.

Umumnya, webbing terbuat dari bahan polyester atau nylon karena material ini kuat, fleksibel, dan tahan terhadap gesekan.

Webbing dirancang khusus untuk menerima gaya tarik dan mendistribusikannya ke beberapa titik tubuh, bukan terfokus pada satu bagian saja.

Menurut kami, kondisi webbing adalah hal pertama yang wajib diperiksa sebelum bekerja. Jika sudah terlihat aus, berbulu, atau rusak, sebaiknya harness tidak digunakan.

2. D-Ring (Titik Pengait)

D-ring adalah titik pengait pada harness yang berfungsi sebagai tempat menghubungkan lanyard atau lifeline.

Di lapangan, bagian ini sering disebut sebagai hook body harness.

Jenis D-ring yang umum digunakan antara lain:

  • Back D-ring (di punggung): untuk sistem penahan jatuh (fall arrest)
  • Front atau chest D-ring (di dada): biasanya digunakan untuk pekerjaan naik-turun tangga
  • Side D-ring (di sisi pinggang): untuk posisi kerja (work positioning)

Setiap D-ring memiliki fungsi yang berbeda. Penggunaan titik pengait yang tidak sesuai dapat memengaruhi posisi tubuh saat terjadi jatuh dan meningkatkan risiko cedera.

3. Buckle & Adjuster (Pengunci dan Penyetel)

Buckle dan adjuster berfungsi sebagai pengunci serta pengatur ukuran harness agar pas dengan tubuh pengguna.

Dalam istilah awam, bagian ini sering disebut sebagai pengunci harness.

Terdapat beberapa jenis buckle, seperti quick release dan pass-through, namun tujuan utamanya sama, yaitu memastikan harness tidak longgar dan tidak mudah terlepas saat digunakan.

Jika buckle tidak terkunci dengan sempurna, harness bisa bergeser atau bahkan terlepas ketika menerima beban.

Menurut kami, bagian ini sering dianggap sepele, padahal perannya sangat krusial.

4. Padding (Bantalan Bahu, Paha, Pinggang)

Padding adalah bantalan yang biasanya terdapat di area bahu, paha, atau pinggang.

Fungsinya bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga membantu mendistribusikan tekanan saat harness menahan beban.

Padding menjadi sangat penting terutama jika:

  • Durasi kerja cukup lama
  • Posisi kerja cenderung statis
  • Beban kerja relatif berat

Harness tanpa padding masih dapat digunakan, tetapi untuk pekerjaan ketinggian dalam waktu lama, padding memberikan perlindungan tambahan yang signifikan.

Komponen Pendukung dalam Sistem Full Body Harness

Hal yang perlu digarisbawahi, full body harness tidak bekerja sendirian. Harness selalu menjadi bagian dari sistem kerja di ketinggian yang lebih luas.

Beberapa komponen pendukung yang sering digunakan antara lain:

  • Lanyard dan lifeline body harness
  • Shock absorber atau energy absorber
  • Karabiner dan hook penghubung

Shock absorber berfungsi meredam energi saat terjadi jatuh agar hentakan tidak langsung diteruskan ke tubuh.

Lifeline berfungsi menghubungkan pekerja dengan titik aman (anchor point).

Perlu diingat, komponen-komponen ini bukan bagian yang dijahit permanen pada harness, tetapi tetap merupakan satu kesatuan sistem keselamatan yang tidak bisa dipisahkan.

Bagian yang BUKAN Termasuk Full Body Harness

Untuk menjawab pertanyaan “apa saja bagian dari full body harness kecuali”, berikut beberapa contoh yang bukan termasuk bagian harness, meskipun sering dianggap satu paket:

  • Anchor point pada bangunan
  • Lifeline statis permanen
  • SRL (Self Retracting Lifeline)
  • Guardrail
  • Tangga dan scaffolding

Semua komponen tersebut merupakan infrastruktur atau alat pendukung, bukan bagian dari harness itu sendiri.

Perbedaan Body Harness dan Full Body Harness

Body harness biasa, terutama safety belt model lama, hanya menopang bagian pinggang.

Risiko terbesarnya adalah beban jatuh terpusat di satu titik, yang dapat menyebabkan cedera serius.

Sebaliknya, full body harness:

  • Menopang tubuh secara menyeluruh
  • Menjaga posisi tubuh lebih stabil
  • Lebih sesuai dengan sistem keselamatan modern (fall arrest system)

Menurut kami, untuk pekerjaan di ketinggian, perbedaan ini bukan sekadar istilah, melainkan menyangkut tingkat keselamatan kerja.

Untuk pembahasan lebih lengkap, kamu bisa membaca Body Harness: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Panduan Lengkap Penggunaannya.

Menurut kami, memahami bagian-bagian full body harness dan fungsinya adalah langkah paling dasar namun paling penting dalam keselamatan kerja di ketinggian.

Alat yang baik tidak akan memberikan perlindungan maksimal jika penggunanya tidak memahami cara kerjanya.

Dengan mengenali setiap bagian dan menggunakan full body harness sebagai satu sistem keselamatan yang utuh, kamu bisa mengurangi risiko kecelakaan kerja secara signifikan.

Keselamatan bukan soal keberuntungan, tetapi soal persiapan dan pemahaman yang tepat.

Main Menu