Jenis Body Harness & Perbedaannya untuk Keselamatan Kerja

Bekerja di ketinggian selalu membawa risiko serius dan di sinilah body harness berperan sebagai alat keselamatan yang krusial.

Namun, masih banyak yang mengira semua body harness itu sama, padahal di lapangan terdapat beragam jenis body harness dengan fungsi dan tingkat perlindungan yang berbeda.

Kesalahan memilih jenis harness bukan sekadar soal kenyamanan, tapi bisa berdampak langsung pada keselamatan pekerja.

Dalam artikel ini, kami akan membahas jenis-jenis body harness dan perbedaannya.

Apa Itu Body Harness dan Kenapa Jenisnya Berbeda?

Body harness adalah alat pelindung diri (APD) yang dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko jatuh saat bekerja di ketinggian.

Harness bekerja dengan cara menyebarkan beban tubuh ke bagian-bagian tertentu (bahu, dada, pinggul, paha) ketika terjadi kejadian tidak terduga seperti terpeleset atau kehilangan keseimbangan.

Perbedaan jenis body harness muncul bukan karena variasi produk semata, tetapi karena perbedaan risiko kerja.

Menurut kami, inilah logika dasarnya:

  • Risiko jatuh bebas membutuhkan sistem penahan jatuh (fall arrest).
  • Pekerjaan statis membutuhkan sistem penahan posisi (work positioning).
  • Akses vertikal membutuhkan titik tambat yang berbeda.
  • Area terbuka tanpa tepi jatuh cukup dibatasi dengan sistem restraint.

Artinya, tidak semua pekerjaan bisa memakai satu jenis body harness yang sama. Posisi anchor point, arah gaya saat jatuh, dan aktivitas kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi desain harness.

Jenis-Jenis Body Harness Berdasarkan Fungsi & Kelas

Berikut berbagai jenis body harness berdasarkan jenis dan kelasnya yang sering digunakan.

1. Full Body Harness (Fall Arrest)

Full Body Harness Fall Arrest

Jenis ini adalah yang paling umum dan paling krusial untuk pekerjaan dengan risiko jatuh bebas.

Full body harness dirancang untuk menahan dan menghentikan jatuh dengan aman.

  • Menggunakan D-ring di punggung sebagai titik utama
  • Beban jatuh didistribusikan ke seluruh tubuh
  • Digunakan bersama lanyard + shock absorber

Contoh kerja nyata:

Pekerja scaffolding, teknisi tower telekomunikasi, pekerja konstruksi struktur baja.

Menurut kami, ini adalah standar minimum untuk pekerjaan di ketinggian terbuka yang memiliki potensi jatuh vertikal.

2. Body Harness dengan Work Positioning

Body Harness dengan Work Positioning

Berbeda dengan fall arrest, harness ini bukan untuk menahan jatuh bebas, melainkan menjaga posisi kerja tetap stabil.

  • Biasanya memiliki D-ring di sisi kiri dan kanan pinggang
  • Digunakan bersama positioning lanyard
  • Beban kerja bertumpu pada pinggul, bukan bahu

Contoh kerja nyata:

Teknisi listrik, pekerja maintenance gedung, utilitas tiang PJU.

Catatan penting: work positioning tidak boleh disamakan dengan fall arrest. Jika ada potensi jatuh, tetap harus ada sistem fall arrest terpisah.

3. Body Harness dengan Chest / Front Attachment

Body Harness dengan Chest

Jenis ini dirancang untuk mobilitas vertikal, bukan untuk posisi statis.

  • D-ring terletak di bagian dada
  • Cocok untuk sistem vertical lifeline
  • Membantu menjaga posisi tubuh tetap tegak saat naik-turun

Contoh kerja nyata:

Teknisi tower yang memanjat ladder tetap, pekerjaan akses vertikal di shaft gedung.

Menurut kami, harness ini sering disalahgunakan sebagai harness umum, padahal fungsinya sangat spesifik.

4. Restraint Harness

Restraint Harness

Restraint harness berfungsi mencegah pekerja mencapai area berbahaya, bukan menahan jatuh.

  • Panjang lanyard dibatasi
  • Tidak dirancang untuk menahan energi jatuh
  • Digunakan di area yang relatif aman

Contoh kerja nyata:

Pekerjaan di atap datar, rooftop maintenance, area platform terbuka dengan batas aman.

Penting: jika pekerja masih bisa jatuh, restraint harness tidak cukup.

5. Full Body Harness Double Lanyard

Full Body Harness Double Lanyard

Varian ini dikembangkan dari kebutuhan continuous tie-off.

  • Memiliki dua lanyard
  • Memungkinkan berpindah anchor tanpa lepas pengaman
  • Mengurangi momen tanpa proteksi

Contoh kerja nyata:

Pekerja struktur baja, teknisi yang sering berpindah titik anchor.

Menurut kami, jenis ini bukan soal “lebih mahal”, tapi soal mengurangi celah risiko saat mobilitas tinggi.

Setiap jenis body harness memiliki fungsi dan batasan masing-masing.

Jika kamu ingin memahami cara kerja body harness secara menyeluruh dan bagaimana menggunakannya dengan aman, silakan lanjutkan ke artikel Body Harness: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Panduan Lengkap Penggunaannya.

Cara Memilih Jenis Body Harness yang Tepat

Menurut kami, pemilihan body harness seharusnya dimulai dari analisis pekerjaan, bukan dari katalog.

Pertimbangkan:

  • Jenis pekerjaan & potensi jatuh
  • Posisi anchor point
  • Durasi kerja & ergonomi
  • Sistem keselamatan yang digunakan (fall arrest / positioning / restraint)
  • Standar keselamatan yang berlaku (SNI, EN, ANSI)

Yang paling penting: jangan memilih hanya berdasarkan harga atau kebiasaan proyek lama.

Pada akhirnya, memahami jenis-jenis body harness bukan sekadar soal pengetahuan teknis, tapi tentang keputusan keselamatan.

Setiap desain harness lahir dari risiko yang berbeda, dan setiap pekerjaan menuntut pendekatan perlindungan yang tepat.

Menurut kami, semakin pekerja memahami fungsi dan batasan harness yang digunakan, semakin kecil kemungkinan terjadinya kecelakaan serius.

Karena dalam pekerjaan di ketinggian, keselamatan bukan opsi—melainkan keharusan.

Main Menu