Ukuran Mata Gerinda Lengkap: Jenis, Fungsi & Standarnya

Memilih ukuran mata gerinda sering dianggap sepele. Padahal, salah ukuran bisa bikin hasil potongan nggak rapi, kerja jadi lebih berat, bahkan berisiko ke keselamatan.

Banyak pengguna cuma fokus ke “4 inch atau 7 inch”, tanpa benar-benar paham kenapa ukuran itu dibuat berbeda dan apa dampaknya ke pekerjaan.

Di artikel ini, kita bakal bahas ukuran mata gerinda secara lengkap mulai dari diameter, ketebalan, sampai hubungannya dengan jenis mesin dan material.

Apa yang Dimaksud Ukuran Mata Gerinda?

Secara sederhana, ukuran mata gerinda adalah spesifikasi fisik dari mata gerinda yang menentukan bisa atau tidaknya mata tersebut dipasang dan bekerja optimal di mesin tertentu.

Ukuran ini biasanya mencakup tiga hal utama:

1. Diameter mata gerinda

Ini adalah ukuran lingkar luar mata gerinda (misalnya 4 inch, 7 inch, 9 inch).

Diameter menentukan kedalaman potong dan cakupan kerja.

2. Ketebalan mata gerinda

Ketebalan berpengaruh ke:

  • Kecepatan potong
  • Presisi hasil
  • Beban ke mesin

3. Lubang tengah (bore)

Bagian tengah mata gerinda yang masuk ke poros mesin.

Kalau bore tidak sesuai, mata gerinda tidak bisa terpasang dengan aman.

Kenapa ukuran mata gerinda tidak bisa asal pasang?

Karena setiap mesin gerinda didesain dengan batas diameter, RPM maksimal, dan ukuran poros tertentu.

Memasang mata gerinda yang lebih besar atau tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan getaran berlebih, mata cepat aus, atau bahkan pecah saat digunakan.

Di lapangan, banyak kasus mata gerinda cepat habis bukan karena kualitasnya jelek, tapi karena ukurannya tidak cocok dengan mesin dan jenis pekerjaan.

Standar Ukuran Mata Gerinda yang Umum Digunakan

Di pasaran, ada beberapa ukuran mata gerinda yang paling sering ditemui. Ukuran ini sebenarnya sudah menjadi standar industri karena cocok dengan spesifikasi mesin gerinda yang beredar luas.

Diameter Mata Gerinda Populer

DiameterUkuran mmUmum Digunakan Untuk
4 inch100–105 mmGerinda tangan, pekerjaan ringan–menengah
7 inch±180 mmPekerjaan lebih berat, potongan lebih dalam
9 inch±230 mmIndustri & konstruksi berat
  • 4 inch paling populer karena mesinnya ringan, mudah dikontrol, dan cukup untuk kebutuhan bengkel, rumah, sampai proyek ringan.
  • 7 & 9 inch dipakai saat butuh tenaga lebih besar dan area potong lebih luas, misalnya di workshop atau proyek konstruksi.

Ukuran Lubang Tengah (Bore)

BoreKeterangan
16 mmUmum di mesin lama atau gerinda kecil tertentu
22.2 mmStandar paling umum di gerinda tangan modern

Kalau kamu nemu mata gerinda yang diameternya pas tapi bore-nya beda, jangan dipaksa.

Ring adaptor memang ada, tapi tidak selalu direkomendasikan untuk kerja berat.

Ketebalan Mata Gerinda

  • Mata gerinda potong besi:
    Umumnya 1.0 – 3.0 mm
    • 1.0–1.2 mm: potongan cepat & rapi
    • 2.5–3.0 mm: lebih kuat, tidak mudah patah
  • Mata gerinda kasar / asah:
    Biasanya jauh lebih tebal karena fokusnya bukan memotong, tapi mengikis material.

Ketebalan ideal mata gerinda potong besi untuk kerja umum biasanya di kisaran 1.2–2.5 mm, tergantung apakah kamu prioritaskan kecepatan atau ketahanan.

Ukuran Mata Gerinda Berdasarkan Jenis & Fungsinya

Setiap jenis mata gerinda punya karakter ukuran yang berbeda karena fungsinya juga beda.

1. Mata Gerinda Potong Besi

  • Diameter: 4, 7, 9 inch
  • Ketebalan: 1.0 – 3.0 mm

Mata tipis dipilih untuk potongan cepat dan minim panas, sedangkan yang lebih tebal dipakai untuk besi tebal atau kerja terus-menerus.

2. Mata Gerinda Potong Kayu

  • Diameter umumnya 4 inch
  • Lebih tebal dan bergigi

Ukuran ini dibuat lebih stabil karena kayu punya karakter berbeda dari besi (lebih berserat dan bisa “nyangkut”).

3. Mata Gerinda Amplas (Flap Disc)

  • Diameter: 4 inch paling umum
  • Tersedia berbagai grit

Flap disc butuh diameter yang pas supaya tekanan ke permukaan bisa merata dan hasil finishing lebih halus.

4. Mata Gerinda Kawat

  • Diameter bervariasi (4–7 inch)
  • Fokus ke lebar sikat, bukan ketebalan

Ukuran kawat memengaruhi area pembersihan karat atau cat lama.

5. Mata Gerinda Asah

  • Lebih tebal & berat
  • Umumnya dipakai di gerinda duduk

Karena fungsinya mengikis, ukuran dibuat lebih solid agar tidak cepat habis.

Perlu pembahasan lebih detail soal karakter dan kegunaan tiap jenisnya?

Kami sudah membahasnya secara lengkap di artikel Jenis Mata Gerinda & Fungsinya, mulai dari mata potong, amplas, kawat, hingga asah.

Perbedaan Ukuran Mata Gerinda Tangan dan Gerinda Duduk

Gerinda Tangan:

  • Diameter umum: 4 inch
  • Bore: 22.2 mm
  • Fokus ke fleksibilitas & mobilitas

Gerinda Duduk:

  • Diameter lebih besar & tebal
  • Bore menyesuaikan poros mesin
  • Fokus ke stabilitas & presisi

Banyak yang mengira semua mata gerinda bisa dipindah-pindah antar mesin.

Padahal, mata gerinda duduk tidak selalu aman dipasang di gerinda tangan, meskipun diameternya mirip.

Tips Memilih Ukuran Mata Gerinda yang Tepat

Beberapa panduan praktis yang sering kami pakai di lapangan:

  1. Selalu sesuaikan dengan spesifikasi mesin
    Lihat diameter maksimal & RPM yang diizinkan.
  2. Pilih ukuran sesuai material
    Besi tipis ≠ besi tebal ≠ kayu ≠ beton.
  3. Jangan memaksakan ukuran lebih besar
    Mata lebih besar bukan berarti kerja lebih cepat, justru bisa berbahaya.
  4. Perhatikan RPM maksimal mata gerinda
    Ini sering diabaikan, padahal krusial untuk keselamatan.

Mata gerinda yang “pas” itu bukan yang paling besar atau paling tebal, tapi yang paling sesuai dengan pekerjaan dan mesin.

Setelah memahami ukuran dan fungsi masing-masing mata gerinda, langkah selanjutnya tentu memilih produk yang sesuai dengan mesin dan jenis pekerjaan kamu.

Lihat katalog mata gerinda lengkap untuk potong besi, kayu, amplas, hingga gerinda kawat, dengan berbagai ukuran yang umum digunakan di lapangan.

Ukuran Tepat, Kerja Lebih Aman dan Efisien

Memahami ukuran mata gerinda bukan soal hafal angka, tapi soal mengerti alasan di balik ukuran tersebut.

Saat kamu paham kenapa ada 4 inch, kenapa ada ketebalan berbeda, dan kenapa bore itu penting, kamu bakal lebih mudah memilih alat yang aman, awet, dan hasilnya maksimal.

Sebagai prinsip dasar, jangan cuma tanya “ukurannya berapa?”

Tapi tanyakan juga “dipakai buat apa dan di mesin apa?”. Dari situ, keputusan biasanya jadi jauh lebih tepat.

Main Menu